Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sepuluh Tips Untuk Mentor Baru

Ketika kita ditugaskan menjadi mentor, kita harus belajar sebanyak mungkin tentang seni mentoring. Jika kita memiliki pengalaman sukses personal dengan mentor, gunakan pengalaman itu sebagai modal. Jika tidak, carilah anggota lain yang sudah berhasil menjadi mentor dan belajarlah darinya.

Berikut sepuluh hal yang harus diperlukan :

1. Ketahui pekerjaan. Kaji ulang hal – hal yang mendasar. Pikirkan kembali masalah – masalah yang kita hadapi dan bagaimana kita menanganinya. Bersiaplah menjawab pertanyaan tentang setiap aspek pekerjaan.

2. Ketahui  sebanyak mungkin tentang perusahaan. Salah satu fungsi utama mentor adalah membantu peserta pelatihan mengatasi hambatan akibat kebijakan dan praktik – praktik perusahaan yang tidak dikenal dengan baik. Lebih penting lagi, sebagai orang yang sudah berada di organisasi untuk waktu yang lama, Kita mengetahui cara kerja internal organisasi struktur kekuatan yang sesungguhnya politik perusahaan.

3. Kenali orang yang kita bombing. Untuk menjadi mentor yang efektif, kita harus menyisihkan waktu untuk mempelajari orang yang kita bimbing sebaik mungkin. Pelajari pendidikan, pengalaman kerja sebelumnya, pekerjaan saat ini, dan lain – lain. Pelajari tujuan, ambisi, dan minat di luar pekerjaan. Amati karakter personal. Biasakan diri dengan cara komunikasi yang disukainya – berhadapan langsung, memo tertulis, telepon, e-mail, twitter, SMS, dan lain-lain.

4. Pelajari cara mengajar. Jika kita memiliki pengalaman yang minimal dalam mengajar, carilah petunjuk tentang metode mengajar dari pelatih terbaik yang kita kenal. Bacalah artikel dan buku – buku tentang teknik – teknik pelatihan.

5. Belajar untuk belajar. Kita harus terus belajar tidak saj teknik mutakhir di bidang kita, namun juga perkembangan di industry kita, di komunitas bisnis, dan di keseluruhan bidang manajemen.

6. Bersabar. Beberapa orang belajar lebih lambat daripada yang lain. Hal ini tidak berarti mereka bodoh. Jika orang yang kita bimbing tidak langsung menangkap pelajaran, sabarlah. Orang yang belajar dengan perlahan sering kali berkembang menajdi anggota tim yang produktif.

7. Bersikap taktis. Kita bukan seorang sersan penuntut yang melatih prajurit baru bertahan hidup di medan perang. Bersikaplah penuh pertimbangan. Bersikaplah baik, tapi tegas, dan biarkan orang yang kita bimbing mengetahui bahwa kita mengharapkan yang terbaik.

8. Jangan takut mengambil risiko. Berikan tugas yang menantang kapabilitas kepada orang yang kita bimbing. Biarkan orang yang kita bimbing tahu bahwa kegagalan mungkin terjadi, namun cara terbaik untuk berkembang adalah menyelesaikan pekerjaan yang sukar. Kegalalan harus dilihat sebagai pengalaman untuk belajar.

9. Rayakan keberhasilan. Biarkan orang yang kita bimbing tahu bahwakita bangga akan pencapaian dan kemajuan yang ia capai. Ketika sesuatu yang sangat signifikan tercapai, beritakanlah.

10. Dorong orang yang kita bimbing untuk menjadi mentor. Penghargaan terbaik yang kita dapatkan dari tugas sebagai mentor adalah ketika prosess mentoring selesai, orang yang kita bimbing melanjutkan proses untuk menjadi mentor.

Post a Comment for "Sepuluh Tips Untuk Mentor Baru"