Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian, Tata Cara Penggunaan Dan Contoh Huruf Kapital

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pengertian huruf kapital dipisahkan, huruf diartikan sebagai unsur abjad yang melambangkan bunyi, sedangkan kapital diartikan sebagai huruf yang berukuran lebih besar dari pada huruf biasa yang berukuran kecil dari huruf kapital.

Bila digabungkan pengertian huruf kapital adalah huruf yang biasanya digunakan untuk huruf pertama dari kata pertama dalam suatu kalimat huruf pertama dari nama orang atau diri dan sebagainya.

Huruf dan tanda baca merupakan komponen yang paling penting pada sebuah kalimat. Menggunakan huruf dan tanda baca dengan benar sesuai dengan aturan tata bahasa yang sudah ditentukan akan membuat tulisan menjadi rapi, menarik, dan tidak rancu atau bisa dibilang menjadi kalimat efektif.

Pada hakikatnya huruf kapital dan tanda baca itu termasuk dalam ejaan. Peranan ejaan terhadap sebuah tulisan sangat penting, karena dengan menggunakan ejaan dengan tepat maka, tulisan yang dihasilkan menjadi bagus. ejaan adalah seperangkat aturan tentang cara menuliskan bahasa dengan menggunakan huruf, kata dan tanda baca sebagai saranSanya.

Dengan adanya huruf kapital dan tanda baca yang benar, sebuah karya yang tulisan baik berupa, artikel dan berita lebih mudah dipahami dan menarik minat pembacanya. Berikut ini merupakan cara penggunaan huruf kapital dan tanda baca yang benar beserta contohnya.

  • HURUF KAPITAL

1. Huruf Kapital sebagai huruf pertama awal kalimat

Contoh:

Lihatlah apa yang dikatakan.

Siapa orang yang membeli mobilmu?

Ayo, kita segera berangkat ke kampus!

2. Huruf Kapital sebagai huruf pertama nama orang atau julukan

Contoh:

1.Nama dosenku adalah Dahlia.

2.Orang itu dijuluki Raja Debat karena sering berargumen dengan dosen.

Kata awal nama hewan atau tumbuhan tidak ditulis kapital

Contoh:

1.Zul membeli lima ekor ayam dari makassar.

2.Ibu sedang menanam bungan jam sembilan, dan tulip di halaman rumah.

3.Ayah sedang menebang pohon jati, dan gersen.

Keterangan!

Nama yang menggunakan kata yang bermakna ‘anak dari’, seperti bin, binti, boru, atau van tetap ditulis kecil. Begitu pula dengan nama julukan yang menggunakan kata tugas, seperti dari, di, ke, dan, dan lain-lain.

Contoh:

1.Tombak yang terlihat sangat tajam itu milik Arung Palakka.

2.Pahlawan itu mendapat julukan Ayam Jantan dari Timur.

3. Huruf Kapital sebagai awal kalimat petikan langsung

Contoh:

1.Ayah berkata kepadaku, “Mereka sedang mandi di sungai.”

2.“Nanti malam,” kata Ibu, “mereka akan tidur di sini.”

4. Huruf kapital sebagai huruf pertama setiap kata nama agama, kitab suci, dan Tuhan

Contoh:

1.Orang itu baru saja memeluk agama Islam.

2.Orang itu sedang mempelajari kitab Injil.

3.Aku percaya kepada Allah.

4.Ya, Tuhan, lindungilah keluargaku dari siksa-Mu dan berilah petunjuk agar kami tetap di jalan yang Engkau ridai.

5.Aku yakin terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

5. Huruf Kapital sebagai huruf pertama nama gelar diikuti nama

Contoh:

1.Raja Firaun marah kepada Nabi Musa.

2.Dia sedang bertemu Profesor Malik Ibarahim di lobi hotel.

3.Acara itu dihadiri oleh Haji Andi Bau Akram Dai.

6. Huruf Kapital sebagai huruf pertama nama jabatan atau pangkat diikuti nama/instansi/tempat

Contoh:

1.Presiden ketiga Indonesia adalah Presiden Habibie.

2.Acara itu dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Barat.

3.Mereka juga mengundang Menteri Agama.

7. Haruf Kapital sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa

Contoh:

1.Orang yang sedang makan mi ayam itu berasal dari bangsa Indonesia.

2.Peneliti dari Inggris itu sedang mempelajari kebiasaan masyarakat suku Bugis.

3.Aku senang mempelajari bahasa Arab karena ingin bekerja di Arab Saudi.

Banyak orang yang masih salah menulis nama bangsa, suku, dan bahasa. Masih banyak ditemui untuk penulisan kata bangsa, suku, dan bahasa ditulis masih huruf kapital, padahal kata-kata tersebut harus ditulis kecil, sedangkan yang besar adalah huruf pertama nama bangsa, suku, atau bahasa.

Contoh

1.Orang yang sedang makan mi ayam itu berasal dari Bangsa Indonesia. (SALAH)

2.Peneliti dari Inggris itu sedang mempelajari kebiasaan masyarakat Suku Bugis. (SALAH)

3.Aku senang mempelajari Bahasa Arab karena ingin bekerja di Arab Saudi. (SALAH)

8. Huruf Kapital sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, dan hari besar

Contoh

1.Negara ini menganut sistem penanggalan tahun Masehi.

2.Aku akan pergi ke sana pada bulan Oktober.

3.Aku lahir pada malam Jumat Kliwon.

4.Mereka merayakan hari Idu Fitri dirumah.

9. Huruf Kapital sebagai huruf pertama nama peristiwa sejarah

Contoh:

1.Pak Amir sedang menerangkan terjadinya Perang Saudara Bugis.

2.Indonesia pernah menjadi tuan rumah Konferensi Asia Afrika.

10. Huruf Kapital sebagai huruf pertama nama geografi

Contoh:

1.Tahun kemarin aku pergi ke Pantai Parangtritis.

2.Kapal itu sedang menyeberangi Selat Afrika.

3.Telaga Warna adalah salah satu objek wisata di Dataran Tinggi Mamuju.

Keterangan!

Nama diri geografi yang dipakai sebagai nama jenis tidak ditulis dengan huruf kapital.

Contoh:

1.Mereka sedang menikmati jeruk peras pemberian Pak Rahmat.

2.Ayah membeli terong belanda di pasar sental.

3.Ayah memperbaiki sepeda dengan kunci inggris.

11. Huruf Kapital sebagai huruf pertama nama asal/khas suatu daerah

Contoh

1.Ibu membeli batik Mandar .

2.Aku suka makan batagor Bandung daripada sate Madura.

3.Bibi sedang memasak Lawak Bale.

12. Huruf Kapital sebagai huruf pertama nama lembaga atau dokumen resmi negara

Contoh

1.Undang-undang itu baru akan dirapatkan oleh para anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

2.Aku sudah menjadi anggota Persatuan Guru Republik Indonesia.

3.Zul bertugas membaca Undang-Undang Dasar Tahun 1945.

13. Huruf Kapital sebagai huruf pertama setiap kata dalam judul buku, karangan, artikel, dan makalah serta nama majalah dan surat kabar, kecuali kata tugas

Contoh

1.Aku sedang membaca buku Bahagia dan Sukses.

2.Sebentar lagi kami akan menerbitkan majalah Adi Tama.

3.Ia membaca cerita “Ayam-Ayam dari Makassar”.

14. Sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, atau sapaan

Contoh

1.Aku diajar oleh Budiman, S.Pd.

2.Dosenku bernama Prof. Mustari Mustafa, M.Pd.

15. Sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, kakak, adik, dan paman, serta kata atau ungkapan lain yang dipakai dalam penyapaan atau pengacuan

Contoh

1.Surat Bapak sudah kami baca.

2.Selamat pagi, Dokter!

3.Apakah Anda sudah mengenal dia?

Hubungan kekerabatan tetap ditulis kecil jika bukan merupakan penyapaan atau pengacuan.

Contoh

1.Surat itu sudah kuberikan kepada ayahku.

2.Aku mempunyai satu kakak dan satu adik

Post a Comment for "Pengertian, Tata Cara Penggunaan Dan Contoh Huruf Kapital"